(bag. 1)
Mungkin Anda akan
terperanjat jika mengetahui fakta jika pemeluk agama terbanyak di dunia
di abad millennium ini adalah kaum pagan, sebuah agama kuno yang
diperangi para Nabi dan Rasul Utusan Allah SWT. Salah satu indikasi hal
tersebut adalah dipergunakannya simbol-simbol paganisme, dalam
arsitektur rumah ibadah, lafadz doa, hymne atau kidung, ritual, dan
sebagainya. Simbol salib misalnya, ini berasal dari simbol persilangan
cahaya dewa matahari yang banyak dijadikan tuhan oleh suku-suku kuno
dari Mesir (Ancien Egypt) dan Roma hingga Amerika Latin (Suku Maya dan Aztec), dari Jepun (Amaterasu) hingga India (Btara Indra).
Pastor Herbert W. Amstrong, pemimpin Worldwide Church of God yang berpusat di AS yang juga sebagai Editor in Chief majalah Kristen Plain Truth
yang bertiras delapan juta eksemplar tiap bulan, dengan jujur
mengemukakan bahwa tanda salib memang berasal dari simbol paganisme.
Bukan itu saja, Natal yang diperingati oleh Gereja Barat setiap tanggal
25 Desember pun oleh Amstrong dianggap sebagai kelanjutan dari ritual
penyembahan kelahiran anak Dewa Matahari (Sun of the God). Sebab itu, Sunday dijadikan hari libur kaum Kristiani. ‘Sun’ berarti ‘Matahari’ dan ‘Day’ berarti ‘Hari’. Ritual pemujaan kaum pagan terhadap Dewa Matahari memang banyak dilakukan di hari Minggu (Sunday).
Pemujaan terhadap Dewa
Matahari ini juga bisa dilihat dari arsitektur kota suci Vatikan, pusat
Gereja Katolik Barat, di mana sebuah tiang tinggi berdiri di pusat kota
suci ini. Obelisk
merupakan simbol phallus dan menjadi sentral
dari ritual pemujaan terhadap Dewa Matahari. Obelisk ini berdiri di
banyak kota dunia seperti Washington DC, Paris, dan juga… Jakarta!
(Monas).
Lalu konsep Trinitas
sendiri yang oleh kaum Kristiani dianggap sebagai konsep yang sakral
juga berasal dari konsep paganisme kuno yang diwakili oleh Semiramis dan
anaknya (Pagan Babylonia), Devka dan Khrisna (Pagan India), Isis dan
Horus (Pagan Mesir), dan sebagainya.
Peradaban pagan kuno
memang telah terkubur bersama peralihan zaman dan juga peperangan demi
peperangan. Namun esensi dari kepercayaan banyak tuhan tersebut tidaklah
pernah mati, bahkan di abad millennium ini kepercayaan kuno tersebut
menjadi kepercayaan yang mendominasi umat manusia, tanpa banyak
disadari. Simbol-simbol pagan menjadi simbol-simbol yang paling popular
di dunia ini, dan mewarnai seluruh—SELURUH—institusi dunia seperti PBB
dan sebagainya.
Bermula dari Iblis
Asal-muasal kaum pagan modern sekarang ini sesungguhnya berasal dari satu kelompok kecil para pengikut iblis (baca Eramuslim Digest edisi “Genesis of Zionism”),
di mana sepanjang sejarah awalnya diwakili oleh mereka yang selalu
memusuhi dan memerangi para Nabi dan Rasul Allah SWT. Mereka adalah
Samiri yang memerangi Musa as. (Amerika pun menyebut dirinya dengan “Uncle Sam”), Namrudz yang memerangi Ibrahim a.s., dan para pendeta Sanhedrin yang memerangi Isa a.s.
Mereka adalah Paulus
(Yahudi dari Tarsus) yang mengubah esensi dasar agama Nasrani dari yang
hanya sebagai agama kaum Nabi Isa menjadi agama misi ke seluruh dunia.
Mereka adalah Abdullah bin Saba’ (Yahudi dari Yaman) yang memecah umat
tauhid ini. Mereka adalah Mustafa Kemal Attaturk (Yahudi dari Dumamah)
yang menghancurkan kekhalifahan Turki Utsmani. Mereka adalah Terrence E.
Lawrence (Yahudi dari Inggris) yang harum namanya di Saudi dan disebut
sebagai Lawrence of Arabia. Mereka adalah Snouck Hurgronje
(Yahudi Belanda) yang pura-pura masuk Islam dan menggunakan
‘keIslamannya’ sebagai senjata untuk menghancurkan umat Islam Indonesia.
Strategi Hurgronje ini dikenal dengan istilah “Izharul Islam”
atau “Pura-Pura Islam” dan sekarang dipakai oleh banyak kaum liberalis,
termasuk mereka yang mengaku-aku sebagai kaum liberal Islam yang banyak
mempromosikan ide-ide pluralisme (keberagaman), hak asasi manusia, anti
kekerasan, kebebasan, dan sebagainya. Jika sekarang ini ada segolongan
orang Islam yang mulai terjangkit virus “Pluralitas” maka hal itu
sesungguhnya mereka telah tercemar oleh keyakinan pagan, karena seorang
Muslim wajib “Fardhu’ain” hanya berpegang pada Tali Allah SWT dan
Rasul-Nya.
Dalam tulisan bagian dua, akan dipaparkan
awal sejarah kelompok pagan modern di mana Adam Weishaupt, seorang
Rabbi Yahudi yang berpura-pura menjadi Yesuit dan kemudian meninggalkan
kelompoknya untuk kemudian menjadi pemimpin Illuminati, sebuah
organisasi klandestin yang secara diam-diam menguasai perekonomian dan
perpolitikan dunia saat ini.
(bag. 2)
Dinasti Rotschild, Sejarah Illuminati Dan Freemason
Sejarah dunia mencatat bahwa Dinasti
Rotschild merupakan dinasti paling terkemuka di Eropa di abad
pertengahan. Sir Meyer Amschel Rotschild merupakan sesepuh dinasti ini
yang juga disebuta sebagai Rotschild I. Keluarga Yahudi ini tinggal di
sebuah rumah besar di pojok Judenstrasse (Jalan Yahudi) di Bavaria
(sekarang Jerman).
Kuat dugaan, Rotschild I merupakan
pewaris kelompok Templar yang dibasmi dari seluruh Eropa oleh Paus
Clement IV dan Raja Perancis, King Philip le Bel, di tahun 1307. Pada
1314, Grandmaster terakhir Templar bernama Jaques de Molay dibakar
hidup-hidup hingga menemui ajal.
Saat dibasmi, Templar banyak yang
menyelamatkan diri ke Skotlandia, satu-satunya wilayah di Eropa yang
tengah diekskomunikasikan dari Gereja. Namun Skotlandia bukan
satu-satunya tempat persembunyian Templar. Para Templar yang dikenal
sebagai jago-jago perang dan juga intelijen di abad pertengahan ini juga
banyak yang menyusup di sejumlah wilayah Eropa. Mereka yang bersembunyi
di Portugis, Spanyol, dan Itali, menanggalkan jubah Templarnya dan
mengganti nama menjadi Knight of Christ. Yang di Malta menjadi Knights
of Rhodes atau Knights of Malta. Ada pula yang lari bersembunyi di
Bavaria dan menjelma menjadi Knights of Teutonik.
Penangkapan dan pengadilan atas Templar
di Bavaria dilakukan dengan penuh sandiwara dan tidak dilaksanakan
dengan sepenuh hati. Sebab itu organisasi ini masih eksis selama
berabad-abad di Bavaria—dan juga secara klandestin di Eropa—dan
menemukan tokoh baru di wilayah baru ini, seorang Yahudi paganism kaya
raya dan dekat dengan praktek-praktek klenik dan okultisme seperti
halnya Templar, bernama Meyer Amschell Rotschild. Ada anggapan juga
bahwa sesungguhnya Rotschild I ini malah seorang tokoh Templar
Klandestin sejak awalnya.
Di tahun 1773, Rotschild I mengundang 12
keluarga Yahudi terkemuka dunia untuk berkumpul di kediamannya. Dalam
pertemuan tersebut, Rotschild I mengeluarkan dan membacakan 25 butir
strategi penguasaan dunia yang di dalam Kongres Zionis Internasional I
di Basel Swiss (1897) disahkan menjadi agenda gerakan Zionis
Internasional dengan nama Protocolat of Zions.
Selain itu, Rotschild juga memanggil dan
memperkenalkan seorang Yahudi dari Ingolstadt, Bavaria, anak dari
seorang Rabi Yahudi yang menyembunyikan keyahudiannya dan mengaku
sebagai seorang Yesuit Katolik bernama Adam Weishaupt. Orang ini
tertarik pada pemikiran-pemikiran ajaran sesat Dinasti Kerajaan Perancis
terakhir, yang dalam The Holy Blood Holy Grail (1982) disebut sebagai Dinasti Merovingian.
Awalnya, Rotschild menugaskan Weishaupt untuk memimpin Coven of Golden Dawn
(Fajar Keemasan), sebuah sekte mistik pribadi keluarga Rotschild yang
masih aktif sampai dengan hari ini. Kemudian, di dalam pertemuan
tersebut, Rotschild menunjuk Weishaupt untuk membentuk dan memimpin
sebuah sekte mistik kuno Bavaria bernama Illuminati (Yang Tercerahkan,
kaum gnostis sendiri menyebut Maria Magdalena sebagai The Illuminatrix). Illuminati merupakan sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya.
Di dalam struktur keanggotaan Illuminati,
lapisan tertinggi berada dalam kelompok Areopagites atau Tribunal yang
memegang kendali atas sekte. Mereka inilah yang berhak hadir dalam
pertemuan-pertemuan rahasia.
Nesta Helen Webster dalam World Revolution: The Plot Against Civilisation
(1921) menyebut bahwa keahlian Illuminati adalah dalam seni menipu dan
memanipulasi, yang memanjakan dan menggerakan mimpi-mimpi orang-orang
lugu dan memprovokasi serta mengarahkan mimpi-mimpi orang fanatic dengan
memuji-muji dan mendongkrak keangkuhan serta kesomboingan
intelektualitas mereka. Illuminati mempermainkan ketidakseimbangan otak
manusia, dengan mendorong ambisi dan nafsu kekuasaan serta memandang
rendah idealisme dan nilai-nilai luhur. Syahwat kekuasaan merupakan
mainan utama dari Illuminati sejak dulu hingga millennium ketiga ini.
Siapa pun yang terpengaruh akan provokasinya, secara sadar atau tidak,
telah menjadi pelayan bagi kelompok pemuja setan ini.
Webster menegaskan, “Tujuan utama
Illuminati adalah untuk kekuasaan dan kekayaan. Mereka memiliki tujuan
untuk menguasai seluruh dunia dan seluruh umat manusia dengan jalan
menghancurkan pemerintahan yang religius maupun yang sekuler. Illuminati
akan bertahta dalam satu tatanan dunia yang sama sekali baru yang
dinamakan sebagai The New World Order.”
Guna menuju penguasaan dunia, Illuminati
mempergunakan semboyan “Tujuan Menghalalkan Cara”. Walau demikian, ada
dua senjata utama mereka untuk mempengaruhi atau menundukkan sasaran,
terutama politikus, pejabat militer, dan juga para penguasa, termsuk
anggota legislatif. Yakni dengan uang dan seks.
Dalam tulisan ketiga akan dipaparkan
kisah penyatuan sekte Illuminati dengan gerakan Freemasonry, keduanya
gerakan Yahudi paganis, dan juga kisah tentang Baron Franz Friedrich
Knigge yang pada tahun 1780 direkrut menjadi anggota dan sikap Comte de
Virieu yang keluar dari sekte tersebut.
(bag. 3)
Illuminati
modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh
Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. Sebelum
Illuminati ‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah dahulu ada
di Eropa dan berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua negara dan
kerajaan di Eropa tersentuh oleh gerakan Freemason yang lahir di
Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.
Para tetua pagan Yahudi seperti Rotschild
melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih efektif dan cepat
tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu, pada tahun
1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota Illuminati
dan dengan cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati Eropa.
Sebelumnya, Knigge ini merupakan salah satu tokoh sentral Freemasonry
Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya bias dipersatukan dan menjadi
organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak saja di Eropa
namun menggapai daratan Amerika dan lainnya.
Penyatuan Illuminati dan Freemasonry
“diresmikan” dalam Kongres Wilhelmsbad pada 29 Agustus 1782 di mana Adam
Weishaupt dan Knigge memimpin kongres tersebut. Semua yang hadir
disumpah untuk tidak membocorkan kepada siapa pun, termasuk kepada
anggota keluarga terdekat, apa saja yang terjadi dan diputuskan dalam
pertemuan rahasia tersebut.
Comte de Vireu, seorang Masonik dari
Lodge du Martinist di Lyons, Perancis Selatan—sebuah wilayah yang kental
dengan nuansa Esoteris dan gerejanya memuja Yohanes sebagai Sang
Kristus serta Maria Magdalena sebagai The Illuminatrix (Yang
Tercerahkan), ikut hadir dalam Kongres di Wilhelmsbad. Sepulangnya dari
acara, dia ditanya oleh isterinya tentang apa saja yang dibahas dalam
pertemuan.
Terikat dengan sumpah setia, dan tentu
saja ancamannya, Comte de Virieu hanya menyatakan bahwa apa yang terjadi
dalam kongres sungguh-sungguh mengerikan. “Semua yang terjadi, adalah
jauh lebih serius dari apa yang pernah kalian bayangkan selama ini.
Konspirasi yang disusun telah benar-benar dirancang dengan sangat
matang, sistematis, dan penuh dengan kejutan. Banyak orang penting
terlibat dan tentunya dana yang disediakan juga tidak terbatas. Saya
berkeyakinan, seluruh kerajaan dan gereja di Eropa ini tidak akan mampu
membendung konspirasi tersebut. Ini benar-benar menakutkan, ” ungkapnya.
Atas desakan isterinya dan juga sejumlah kolega, akhirnya de Virieu menyatakan keluar dari perkumpulan.
Dengan sangat licin, Illuminati yang
telah bersatu dengan Freemasonry terus bergerak. Mereka berada di
belakang setiap revolusi, peperangan, dan peristiwa besar dunia. Nyaris
semua pergantian penguasa di sejumlah negeri besar Eropa dan Amerika
tidak lepas dari tangan kotor mereka.
Menundukkan Tiga Agama Besar
Satu hal yang jarang diketahui umum,
gerakan paganis Yahudi yang juga disebut sebagai kaum Talmudian ini
merupakan gerakan untuk menghancurkan semua agama langit. Taurat Musa
mereka ganti dengan Talmud; Ajaran Nabi Isa a.s. dikotori dengan tangan
Paulus, Yahudi dari Tarsus; dan ke dalam Islam mereka menyusupkan
Abdullah bin Saba’, Yahudi dari Yaman yang mengaku-aku sebagai pembela
keluarga Ali r.a. dan mengajarkan pengikutnya agar hanya mencintai Ali
r.a. dan mengecam ketiga sahabat Nabi SAW lainnya seperti Abu Bakar
r.a., Umar bin Khattab r.a., dan Ustman bin Affan r.a.
Mereka ini memiliki dendam kesumat
terhadap Gereja yang telah menumpas para tetua mereka pada tahun 1307.
Sebab itu mereka berupaya agar Gereja bisa ditundukkan dan menjadi
pelayan kepentingan mereka. Salah satu bukti adalah surat balasan dari
Rabi Yahudi di Konstantinopel kepada warga Yahudi yang tinggal di Arles,
Perancis, yang menyatakan, “Jadilah kamu pemeluk Kristen, namun
tetaplah pelihara Talmud di dalam hatimu. Agar kamu bisa menghancurkan
mereka dari dalam…”
Konspirasi mereka tetap berjalan dengan
penuh kerahasiaan. Satu persatu negeri-negeri besar jatuh dalam
cengkeraman mereka. Dari daratan Eropa, mereka menjangkau Amerika, dan
juga seluruh dunia. Sejarah dunia yang kita kenal sekarang merupakan
hasil kerja mereka. Hanya saja, sejarah resmi tidak pernah mencatat
bahwa semua ini merupakan hasil dari kerja keras mereka, karena industri
penulisan dunia pun dimiliki oleh jaringan mereka.
Tulisan bagian empat akan membahas
konspirasi mereka di abad ke-20, di mana mereka berusaha menaklukkan
dunia lewat peperangan dan pendirian lembaga-lembaga internasional
seperti PBB, World Bank, dan sejenisnya. Salah satu program PBB yang
akan dibahas nanti adalah tentang Codex Alimentarius, sebuah program
pengendalian populasi manusia di mana Rockefeller menjadi salah satu
penggeraknya.
(bag. 4)
Peperangan Dan Konflik
Peperangan atau konflik berskala luas
merupakan ‘barang mainan’ kaum Konspirasi sejak lama. Berbagai revolusi
besar dunia seperti revolusi Inggris dan Perancis, memang sengaja
dirancang oleh mereka. Bahkan banyak literatur menyatakan jika Jenderal
Albert Pike, seorang Jenderal AS dalam Perang Saudara yang gemar dengan
segala sesuatu yang bersifat mistis, jauh-jauh hari telah merancang
skenario perang dunia sampai tahap Perang Dunia II yang dirancangnya
terjadi di abad millennium ketiga ini.
Memasuki abad ke-21, setelah menggelar
Konferensi Zionis Internasional I di Basel, Swiss, pada tahun 1897, yang
mengesahkan Protocolat Zionis sebagai agenda bersama gerakan Konspirasi
untuk menguasai dunia. Emas dan propaganda merupakan dua komponen utama
yang dipergunakan sebagai senjata kelompok ini.
Nyaris seluruh Eropa telah berada dalam
cengkeraman kuku-kuku mereka. Demikian pula dengan Amerika Serikat.
Namun mereka menghendaki agar Eropa bisa didesain ulang sesuai dengan
kepentingan mereka, yakni Eropa yang tidak bersatu dan penuh konflik di
dalamnya. Sebab itu, pecahlah Perang Dunia I yang disusul pula dengan
Perang Dunia II. Kedua perang besar dengan korban puluhan juta nyawa
manusia ini diangap berhasil guna mendesain ulang peta politik dan
perekonomian dunia.
Pasca Perang Dunia II, mesin propaganda
Konspirasi menanamkan kepada otak seluruh manusia—terutama Barat—bahwa
bangsa Yahudi telah dibuat begitu menderita dalam perang tersebut dengan
terjadinya upaya pembasmian etnis Yahudi yang dilakukan Nazi Jerman.
Tragedi Holokous dijadikan berhala baru dalam peta politik dunia di mana
tidak seorang pun boleh mempertanyakan keabsahannya. “Dengan adanya
mitos holokous ini, Barat yang dibuat merasa begitu berdosa diperas
habis-habisan oleh kekuatan ini, ” demikian Prof. Norman G. Finkelstein
dalam bukunya “The Holocoust Industry”.
Bangsa Yahudi pun telah berhasil
mendirikan “Negara” di atas tanah milik bangsa Palestina dengan dukungan
lobi politik Negara-negara Barat.
Guna melicinkan jalan menguasai dunia,
maka Konspirasi mendirikan sebuah badan super power yang seluruh
kebijakannya berada dan berlaku di atas kebijakan negara-negara yang ada
yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations). PBB didirikan di San
Francisco, AS, pada 24 Oktober 1945 setelah Konferensi Dumbarton Oaks
di Washington, DC. Sidang Umum yang pertama, dihadiri wakil dari 51
negara, berlangsung pada 10 Januari 1946 di London. Sebelumnya PBB ini
bernama Liga Bangsa-Bangsa.
Badan Internasional ini diperlengkapi
dengan lembaga-lembaga di bawahnya yang mencakup hampir semua bidang
kehidupan manusia di bumi ini, seperti kesehatan (WHO), pangan (FAO),
perbankan atau perekonomian (World Bank dan IMF), dan sebagainya.
Sesungguhnya, PBB ini merupakan satu rintisan ke arah tatanan dunia baru
yang menghendaki adanya satu super pemerintahan yang berhak mengatur
negara-negara lainnya.
Dalam perjalanannya, PBB terbukti menjadi
alat bagi kepentingan imperialisme Barat terhadap negeri-negeri
selatan. Dalam segala hal, PBB senantiasa mengambil kebijakan yang
menguntungkan kaum Konspirasi. Jika pun ada resolusi yang keluar bagi
Israel, misalnya, maka hal tersebut hanyalah sebuah resolusi di atas
kertas yang tidak memiliki dampak apa pun terhadap Israel. Namun jika
ada satu saja resolusi PBB bagi negeri-negeri Islam, maka resolusi itu
wajib dipatuhi dan dilaksanakan, bahkan jika perlu dengan ancaman
senjata dari negara besar seperti AS dan sekutunya.
(bag. 5)
Kontrol Populasi Dunia
Begitu banyak fakta-fakta konspirasi dan
ketidakadilan menyangkut PBB. Namun ada satu konspirasi PBB yang luput
dari perhatian khalayak ramai yakni tentang rencana Konspirasi untuk
mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta
manusia. Hal ini berarti pengurangan sekitar 93% penduduk dunia.
Hal tersebut berangkat dari pemikiran
bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya,
rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup
untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang—sekitar 6 miliar
orang—dengan baik. Untuk menciptakan satu dunia yang lebih baik, maka
diperlukan pengurangan jumlah populasi umat manusia sebanyak 93%-nya
atau dunia ini hanya mampu untuk menopang kehidupan 500 juta manusia.
Yang unik, Desember 2012 merupakan waku
yang ditentukan oleh pihak Konspirasi untuk memulai program ini secara
besar-besaran. Belum ada satu pun pihak yang mengetahui secara pasti
mengapa Konspirasi mematok awal program yang akan mengurangi jumlah umat
manusia secara drastis ini pada Desember 2012.
Temuan-temuan
berkenaan dengan waktu tersebut sungguh mengagetkan. Berabad silam,
suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga
Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika
pada akhir tahun 2012 dunia lama akan berakhir dan dunia baru akan
muncul. Perhitungan suku-suku kuno ini berdasarkan pada pergerakan
bintang-bintang dan berbagai ramalan mistis yang ada.
Di abad milenium, ketika sebagian dinding
Pentagon hancur ditabrak misil yang mirip sebuah pesawat jet kecil pada
tanggal 11 September 2001 (baca Eramuslim Digest edisi 911 tentang kebohongan-kebohongan AS soal peristiwa WTC),
segelintir elit AS yang juga merupakan tokoh-tokoh Konspirasi Paganisme
Modern ini menginginkan agar Pentagon diubah dan dimodernisasi lebih
canggih lagi dengan berbagai peralatan yang terkomputerisasi.
Batas waktu bagi upaya modernisasi Pentagon ini adalah Desember 2012!
Kontrol populasi merupakan praktek paling
dasar dari ritual kaum pagan guna menyeimbangkan manusia dengan alam,
yaitu bumi (Gaia). Pihak Konspirasi yang merupakan pewaris ritual agama
pagan kuno—sebab itu disebut juga sebagai Paganis Modern—meneruskan
usaha ini demi memelihara Gaia bagi mereka.
Jika kaum pagan kuno seperti suku Aztec,
Mesir Kuno, Maya, Kaliyuga, dan Indian Hopi dengan sistem kalender
sonar-nya meramalkan kehancuran fase lama pada 31 Desember 2012. Maka
kaum pagan modern ini juga menjadikan tanggal tersebut sebagai fase yang
penting bagi sejarah gerakan panuang mereka. Momentum akhir Desember
2012 dijadikan tonggak berakhirnya Pentagon lama dan kemunculan Pentagon
baru, lalu dimulainya fase pengurangan populasi umat manusia sampai
dengan 90%-nya hingga dunia menyisakan sekitar 500 juta manusia di
dalamnya, dan sebagainya.
Kontrol populasi ini sudah diterapkan
sejak bertahun-tahun lalu melalui serangkaian uji coba dan strategi,
antara lain program Keluarga Berencana (KB), yang sampai detik ini
ditentang oleh Gereja Katolik. Sikap Gereja sesungguhnya bukan semata
alasan bahwa program tersebut seolah mendahulu takdir Tuhan, namun
Gereja yang memang sejak lama menjadi musuh bagi Konspirasi (ingat
penumpasan Templar di tahun 1307), mengetahui secara pasti akal licik di
balik program dunia tersebut.
Strategi kontrol populasi tidak hanya
lewat program KB, namun juga lewat rekayasa genetis, yang gencar
dilakukan terhadap tumbuhan dan hewan. Dari upaya ini dikenal
istilah-istilah seperti makanan transgenik dan sebagainya. Dari upaya
rekayasa genetika inilah berbagai penyakit baru bermunculan dan
menyerang manusia, bahkan di banyak tempat menjadi wabah yang dalam
tempo cepat membunuh banyak manusia.
Salah satu yang menjadi sorotan banyak
pakar kesehatan adalah penggunaan bahan-bahan kimiawi hasil rekayasa
genetika yang disisipkan dalam aneka makanan dan juga pupuk tanaman.
Bahan-bahan yang kelihatan kecil dan sepele ini dalam waktu yang lama
akan menumpuk di dalam tubuh atau di dalam aliran darah, dan dalam
jangka waktu tertentu menjadi penyakit yang sangat sulit untu
disembuhkan. Belum lagi jenis-jenis bahan transgenik lainnya yang mampu
menghilangkan fungsi-fungsi luhur manusia.
Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya yang berjudul “Codex and Nutricide’, Dr. Rima Laibow dari Natural Solutions Foundation (bisa dilihat di www.HealthFreedomUSA.org)
mengatakan, “…mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia…
Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius
secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini
merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan
FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan
dan pangan…”
Dalam ceramahnya, Dr. Laibow tiba-tiba
menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia
kemudian berkata, “Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan
masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa Gizi adalah racun, yang
berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua
sapi perah di muka bumi ini WAJIB diinjeksi dengan hormon pertumbuhan
yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih
jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di
planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon
pertumbuhan buatan.”
Dr. Laibow melanjutkan, “Menurut
perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini terus berjalan tanpa
hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan—ini terdapat dalam panduan
mineral dan vitamin mereka—ketika diimplementasikan pada 31 Desember
2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa.
Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah
orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2
miliar jiwa, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya
bisa dicegah, yakni kurang gizi.”
Lantas, siapa yang akan tetap hidup—dalam bahasa Darwin, “Survival of the fittest”?
Dr. Laibow berkata, “Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi
dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup.”
Kecemasan Dr. Laibow bukanlah kecemasan
seorang awam. Ada banyak Laibow-Laibow lain seperti itu disebabkan fakta
dan bukti yang sukar dibantah mengenai hal tersebut. PBB sendiri telah
mengeluarkan lusinan dokumen resmi yang meminta pengurangan populasi
dunia hingga 80%-nya. Salah satunya di dalam Konferensi Perempuan
Sedunia di Beizing (1997), di mana Kepala FAO dengan tegas menyatakan,
“Kami akan menggunakan makanan sebagai senjata melawan masyarakat.”
Dengan kata lain, PBB dalam hal ini lewat
FAO dan WHO akan mempergunakan makanan, termasuk bahan-bahan yang akan
masuk ke dalam tubuh manusia, sebagai bagian dari senjata ampuh yang
besar dan kompleks, bernama “Kontrol Populasi”. Digunakan untuk
mengurangi jumlah populasi dunia, seperti yang diamanatkan kaum Pagan
Kuno berabad silam.
Dalam tulisan keenam akan dipaparkan
beberapa zat aditif berbahaya yang disusupkan ke dalam bahan makanan dan
juga bahan-bahan kesehatan, namun dikatakan oleh berbagai lembaga
internasional sebagai zat aditif yang berguna dan menguntungkan bagi
kesehatan tubuh.
(bag. 6)
Zat Aditif Berbahaya
Berbagai penyakit baru terus bermunculan
menghinggapi manusia dan parahnya belum ditemukan obat yang paten yang
mampu menyembuhkan secara total, seperti halnya virus HIV, dan juga
Virus H5N1 dalam kasus Flu Burung. Kita tentu ingat, setiap kali ada
korban meninggal akibat virus ini, media massa baik cetak maupun
elektronik senantiasa menyebutnya sebagai ‘Suspect Flu Burung’ alias
baru diduga, bukan dipastikan.
Di lain sisi, obat-obatan kimiawi yang
diproduksi oleh dunia medis dan direkomendir oleh para dokter ternyata
juga tidak bebas dari efek samping. Obat untuk sesuatu penyakit ternyata
jika digunakan secara kontinyu akan menimbulkan penyakit lain. Penyakit
utama yang diderita pun bisa jadi bertambah kuat dan sebab itu
membutuhkan dosis dari obat yang sama yang lebih besar lagi agar
penyakit atau virus atau kuman yang lebih kuat bisa dibasmi.
Parahnya, aneka bahan konsumsi manusia
yang berasal dari alam pun ternyata dewasa ini sudah jauh dari nilai
sehat. Sayuran dan buah-buahan misalnya, dalam perawatannya selalu
disemprot dengan herbisida atau insektisida yang tidak aman bagi
manusia. Belum lagi zat pengawet yang biasa diberikan kepada sayuran dan
buah-buahan impor agar lebih tahan lama dan tidak mudah busuk, juga
menambah daftar zat kimia berbahaya yang dipastikan akan ikut masuk ke
dalam tubuh manusia jika dikonsumsi. Lama-kelamaan, zat-zat yang
jumlahnya mungkin sangat kecil ini, bisa menjadi besar karena mengendap
di dalam tubuh dan menjadi bibit penyakit.
Satu contoh, seorang perempuan yang sejak
muda sering mengkonsumsi mie instan atau penganan pabrik yang
mengandung Mono Sodium Glutamat (MSG) alias bahan penyedap atau penguat
rasa yang lazim ditambahkan ke dalam banyak sekali penganan produk
pabrik, lima sampai sepuluh tahun ke depan pasti akan tumbuh kista di
dalam tubuhnya yang bisa jadi bertambah ganas menjadi tumor. Banyak
sekali kasus ini di dunia dan juga di Indonesia.
Ironisnya, penggunaan MSG oleh media
massa malah dipromosikan secara besar-besaran sebagai zat yang mampu
mendongkrak rasa dan kenikmatan sebuah makanan, namun tidak dipaparkan
secara jujur efek samping membahayakan bagi tubuh manusia. Berbagai
penelitian dari dunia medis tentang bahaya MSG pun tidak
disosialisasikan secara massal. Akibatnya, hanya orang-orang tertentu
yang care terhadap kesehatan-lah yang berusaha sekuat tenaga
menghindari penggunaan zat aditif tersebut. Sedangkan kalangan bawah
yang tertutup akses informasi (karena buku atau pendidikan mahal
harganya), dan kelompok ini jauh lebih besar kuantitasnya, tidak
mengetahui akan bahaya tersebut dan terus-menertus mengkonsumsi penganan
yang tidak sehat tersebut. Akibatnya, berbagai penyakit mereka derita
dan biasanya kematian selalu menjadi akhir dari cerita mereka karena
untuk berobat ke dokter pun mereka tidak memiliki cukup uang.
Satu contoh lagi tentang zat aditif.
Tahukah Anda jika setiap ayam goreng yang disajikan oleh berbagai resto
fasfood ternama dunia merupakan ayam yang dari telur hingga dewasa dan
dipotong, masa hidupnya tidak sampai dua bulan? Ayam tersebut besar
dengan cepat disebabkan suntikan hormon yang diberikan secara berkala
dengan jumlah yang besar. Hormon tersebut tidaklah hilang tatkala ayam
tersebut digoreng. Hormon itu tetap ada dan masuk ke dalam perut kita
saat kita menyantapnya. Inilah penjelasan mengapa anak-anak remaja
sekarang banyak yang menderita obesitas dan berbagai macam penyakit.
Jika masih ragu, tontonlah film semi dokumenter yang cukup menghibur
berjudul ‘Super Size Me’ yang disutradarai Morgan Spurlock dari AS.
Coba sekarang tutup mata kita, dan begitu
kita buka kembali, hilangkan semua persepsi dan paradigma yang ada.
Kita akan bisa melihat dengan jelas jika sekarang ini berbagai upaya
menghabisi ras manusia tengah terjadi di depan dan sekeliling kita,
lewat peperangan, propaganda media massa, hegemoni ekonomi, penyakit,
konflik, makanan, dan bahkan obat-obatan. Apakah ini berjalan dengan
sendirinya? Tentu sangat naif jika kita mengira demikian.
Fluoride
Zat kimia ini secara umum dipersepsikan
orang sebagai zat ampuh untuk memperkuat tulang gigi. Sebab itu, zat ini
banyak disisipkan di dalam pasta gigi. Bahkan 66% cadangan air minum
warga AS telah dicampuri zat ini secara sengaja. Benarkah fluoride
berguna?
Jawaban yang ada mungkin akan mengejutkan
kita semua. Fluoride telah diteliti banyak pakar kesehatan dan ternyata
ditegaskan mengandung bahan berbahaya bagi tubuh. Antara lain bisa
menyebabkan kanker tulang, oestoporosis, masalah persendian, turunnya
kadar testoteron dan estrogen, dan sanggup mengkorosi lapisan enamel
gigi. Bahkan dikatakan jika fluoride lebih merusak gigi ketimbang garam.
Sekarang, pergilah ke toko atau super
market yang ada. Carilah racun tikus. Dan lihatlah, apa bahan utama
pembuat racun tikus? Yakni Sodium Fluoride. Ini adalah zat kimia ionik
yang paling beracun setelah Potasium Dikromat. Saat ini,
perusahaan-perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis air minum dalam
kemasan diketahui telah memasukkan fluoride ke dalam produk air minum
dalam kemasan mereka. Hal ini dilakukan tanpa membubuhkan keterangan
sedikit pun dalam label kemasannya.
Dunia medis juga telah mengetahui jika
fluoride juga digunakan sebagai obat anti depresan, yang menghilangkan
agresifitas dan motivasi manusia, termasuk menurunkan hasrat untuk
berkembang-biak. “Fluoride memang tidak memiliki faktor yang
menguntungkan secara biologis, ” tegas Dr. Rima Laibaow dari Natural Solutions Foundation.
Penggunaan Fluoride hanyalah salah satu
bagian dari banyak sekali contoh betapa bahan berbahaya disusupkan ke
dalam bahan-bahan yang dipergunakan manusia dan bisa masuk ke dalam
tubuhnya. Selain Fluoride, kita tentu juga akrab dengan aspartame atau
aspartamin, tanpa kita sadari. Untuk yang satu ini, mungkin kita masih
merasa asing dengan namanya, tapi kami yakin jika bahan kimia tersebut
sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari.
Aspartame atau aspartamin
merupakan bahan kimia yang secara populer disebut sebagai bahan pemanis
buatan pengganti gula. Gula memang tidak baik bagi kesehatan manusia,
namun zat penggantinya ini ternyata menyimpan potensi kejahatan yang
jauh lebih mengerikan. Ironisnya, sejak pertengahan tahun 1995,
penggunaan aspartame dari AS telah meluas ke seluruh dunia.
Bahan kontroversial ini sekarang telah
disusupkan ke dalam puluhan ribu produk makanan, suplemen vitamin, dan
minuman ringan. Padahal banyak penelitian menyebutkan jika bahan ini
bisa menyebbakan sakit kepala, tumor otak, dan limpoma. Pada tahun 2004,
sebuah film dokumenter berjudul “Sweet Misery: A Poisoned World” dengan
jelas memperlihatkan bahayanya zat kimia tersebut.
Jika Anda masuk ke supermarket, daftar
bahan pemanis buatan ini dengan muah akan Anda dapati di bagian
komposisi suatu makanan atau minuman manis, seperti halnya penggunaan
Monosodium Glutamat (MSG) yang juga berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa penelitian m
enyebutkan aspartame sama berbahayanya
dengan racun sianida atau pun arsenik yang secara langsung menyerang
jaringan saraf manusia, yang dapat menyebabkan kelumpuhan bahkan
kematian. Hanya saja aspartame bereaksi lebih lama dari suanida maupun
arsenik. Nama arsenik sendiri di Indonesia belakangan kembali popuelr
seiring tragedi kematian aktivis HAM Munir yang diracun oleh seseorang
dengan penggunaan arsenik.
Di Amerika Serikat, negara besar dengan
masalah kesehatan serius salah satunya adalah masalah obesitas
(kegemukan), bahkan kota Houston disebut sebagai kota orang-orang gemuk
AS, berbagai laporan mengenai aspartame cukup mengerikan. Salah satunya
adalah grafik kasus kanker payudara yang menunjukkan peningkatan yang
selaras dengan peningkatan penggunaan aspartame dalam produk makanan
jadi. Hal ini kian memperkuat mengapa pemanis buatan ini harus
dicurigai.
Sebelumnya, pemanis buatan berasal dari
Saccharin. Zat ini ditemukan pertama kali pada tahun 1879. Pemanis
buatan yang kurang dikenal ini tiba-tiba saja menjadi bahan pokok warga
sipil ketika semua gula yang ada hjabis karena dikirim ke medan perang
untuk konsumsi para tentara pada Perang Dunia I. Namun saat meletus
Perang Teluk tahun 1991, sakarin tidak lagi digunakan melainkan diganti
oleh aspartame. Zat inilah yang dikirim ke Teluk untuk para tentara
dalam bentuk bermacam-macam, antara lain dalam kemasan softdrink
diet soda. Panasnya terik matahari wilayah Teluk mengkatalisasi proses
kimia yang memecah aspartame menjadi komponen-komponen mautnya. Banyak
kalangan curiga jika aspartame adalah biang keladi Gulf War Syndrome,
penyakit yang menggerogoti veteran Perang Teluk dengan gejala-gejala
seperti sakit kepala, gangguan pernafasan, dan rasa lelah yang
berlebihan.
Pakar nutrisi Dr. Rita Laibow dalam acara
yang sama (lihat tulisan bagian sebelumnya) dan dalam banyak makalahnya
menyatakan jika penggunaan aspartame merupakan salah satu bagian dari
strategi pengurangan populasi dunia, seperti halnya penggunaan Fluoride
dan MSG.
(bag. 7)
Steroid Bagi Ayam Goreng
Tahukah Anda jika ayam goreng yang biasa kita jumpai di resto-resto fastfood (baca: junkfood) internasional siklus hidupnya sangat singkat.
Dari bentuk telur hingga dewasa tidak
sampai memakan waktu dua bulan! Ini dimungkinkan dengan penyuntikan zat
hormon yang disebut steroid yang kontinyu ke dalam tubuh ayam tersebut.
Hal ini sudah lazim dilakukan
peternakan-peternakan ayam potong yang tersebar di negeri ini, terlebih
bagi peternakan-peternakan ayam yang menjadi rekanan kedai-kedai
fastfood seperti McD, KFC, dan sebagainya.
Seorang rekan kami yang pernah bertandang
ke lokasi peternakan ayam-ayam tersebut menyatakan, “Anda akan tidak
mau lagi makan ayam goreng di sana jika mengetahui kondisi ayam-ayam
yang ada di peternakannya. Ayam-ayam itu disuntik secara berkala,
terus-menerus, dan dalam waktu yang sangat singkat tumbuh dari anak ayam
yang kecil menjadi ayam dewasa yang sangat tambun, sehingga untuk
berdiri dan berjalan saja tidak mampu. Ayam-ayam tambun hasil suntikan
tersebut hanya bisa duduk diam menunggu diambil untuk dipotong dan
dikirim ke gerai-gerai restoran fasfood yang kita sudah kenal. Ayam-ayam
‘sakit’ itulah yang biasa kita makan di gerai-gerai fasfood tersebut.”
Dalam film garapan sutradara AS Morgan
Spurlock (Super Size Me), disebutkan jika steroid yang disuntikan ke
dalam ayam-ayam tersebut tidaklah hilang saat digoreng, sehingga steroid
tersebut ikut masuk ke tubuh manusia yang memakannya. Hasilnya? Tubuh
manusia yang memakannya sedikit demi sedikit menyimpan hormon
pertumbuhan yang membahayakan tersebut dan tumbuh secara tidak wajar.
Kita bisa melihat betapa di zaman sekarang, anak-anak yang tumbuh di
wilayah perkotaan tubuhnya dengan cepat tumbuh membesar dan beberapa di
antaranya menderita obesitas (kegemukan). Hal ini disebabkan mereka
seringkali mengkonsumsi makanan-makanan yang tidak sehat tersebut.
Tubuh yang cepat besar dan tambun tidak
menjamin jika tubuh terebut sehat. Adalah fakta jika remaja perkotaan
walau tubuhnya besar amat rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Jadi,
tubuh yang besar itu mirip dengan ayam di peternakan yang disuntik
hormon steroid.
Adakah saudari kita yang pernah atau
masih memiliki kista di rahimnya? Atau mungkin itu adik, kakak, isteri,
anak, atau bahkan ibu kita? Kista adalah massa atau kantung yang berisi
darah hitam pekat alias darah sangat kotor. Dalam banyak kasus, dokter
biasanya akan merekomendasikan pengangkatan kista lewat jalan operasi.
Namun banyak pula, setelah dioperasi dan diangkat ternyata kista bisa
tumguh lagi.
Dalam
konsultasi dengan dokter, biasanya kita ditanya apakah pasien atau
pengidap kista sering mengkonsumsi ayam goreng di resto fasfood, atau
bahkan lebih detil lagi seperti apakah sering mengkonsumsi menu chicken
wings alias sayap ayam goreng? Dan biasanya sang pasien akan mengangguk.
Jika demikian, sudah jelas, sang pasien merupakan salah satu korban
dari zat kimia atau hormon steroid yang disuntikkan ke dalam tubuh ayam
dan biasanya memang disuntikan lewat bagian sayapnya atau leher. Dua
tempat dalam tubuh ayam itulah yang menyimpan konsentrasi steroid yang
paling banyak, walau seluruh bagian tubuh ayam pun terpapar steroid
tersebut.
Tutup mata kita dan buka kembali dengan
paradigma yang benar-benar baru. Pengurangan populasi umat manusia
tengah terjadi di sekeliling kita dengan berbagai cara. Ada konflik,
peperangan, penyakit, pembunuhan lewat sistem ekonomi, bencana alam
buatan, ideologi, sistem demokrasi, dan sebagainya. Dan tahukah Anda
jika semua itu terjadi bukan karena faktor kebetulan namun sesuatu yang
sudah diskenariokan dengan matang dan amat rapi jauh-jauh hari?
Adakah Anda percaya jika AS menjadi negara super-power satu-satunya di dunia saat ini karena faktor kebetulan?
Percayakah Anda jika Imperium Soviet
Rusia hancur karena kebetulan? Percayakah Anda jika Zionis-Yahudi berada
di belakang semua kerusakan di muka bumi sejak zaman para nabi hingga
sekarang? Di dalam kitab suci al-Qur’an, Allah SWT telah berkali-kali
menyampaikan firman-Nya jika Yahudi merupakan bangsa perusak,
pengkhianat, tidak bisa dipercaya, dan sumber segala kerusakan di muka
bumi. Anda harus percaya dengan hal ini. Kian hari kian terkuak segala
konspirasi Zionis-Yahudi, pewaris kekuatan paganisme purba, dalam
menghancurkan umat manusia lainnya demi mewujudkan ambisinya menciptakan
tatanan dunia baru berdasarkan versinya sendiri.
(bag. 8)
KUOTA CALEG PEREMPUAN
Satu hal yang mungkin belum pernah terlintas di benak Anda adalah strategi pengurangan populasi umat manusia lewat
jalan penanaman ideologi atau gerakan ideologi. Feminisme merupakan salah satu gerakan yang melawan fitrah
yang diberikan Allah SWT kepada umat
manusia, yang ingin menyamaratakan kedudukan—hak dan kewajiban—antara
laki-laki dan perempuan.
Tahukah Anda jika feminisme dalam
perwujudan kongkret di dalam sistem demokrasi adalah KUOTA KETERWAKILAN
JUMLAH PEREMPUAN dalam struktur pemerintahan, apakah itu anggota
legislatif maupun eksekutif. Hal yang paling nyata di depan kita adakah
disetujuinya Kuota jumlah 30% keterwakilan perempuan dalam badan
legislatif di negeri ini dalam Pemilu 2009. Padahal sudah jelas, dengan
kian banyaknya peran perempuan di sektor publik, dengan meninggalkan
kewajiban utamanya sebagai sang pendidik di dalam keluarganya, maka hal
ini akan menyebabkan banyak sekali kerugian di dalam pendidikan angota
keluarganya dan juga mengurangi tingkat fertilitasnya disebabkan kondisi
fisik dan otak yang kelelahan.
Ironisnya, ide yang sarat konspiratif
dalam menghancurkan sendi-sendi kekuatan keluarga tersebut didukung
sepenuhnya oleh partai-partai politik yang berbasiskan umat Islam.
Adakah mereka paham dengan hal ini dan tidak perduli atau mereka memang
tidak tahu karena kurangnya wawasan dan bahan bacaan?
Adalah BOHONG BESAR jika dikatakan
seorang perempuan yang menjadi anggota legislatif, di mana sering kali
pulang sampai dini hari disebabkan banyak mengikuti rapat, mampu menjadi
sang pendidik utama bagi anak-anaknya di rumah, melebihi “pendidikan”
yang diberikan pesawat teve dan lingkungan pergaulannya. Perempuan jenis
ini tanpa disadari –dalam banyak kasus—juga sesungguhnya memperbudak
perempuan lainnya yang dijadikan sebagai pembantu (khadimat) rumah
tangganya. Tiada perempuan yang dianggap berhasil di sektor publik yang
tidak lepas dari jasa khadimat di dalam rumah tangganya.
Bagi yang ingin memperdalam kajian soal
ini silakan membaca dua buku sebagai pengantar yakni “Evolusi Moral”
(Sayyid Quthb) dan “Rekayasa demografis dan globalisasi kerusakan: aspek
konspiratif konferensi Kairo dan Beijing” (Ummu Hani, Yayasan Ibu
Harapan). Dua buku ini insya Allah akan bisa membuka cakrawala
kekritisan kita tentang mengapa konspirasi Yahudi Internasional merasa
sangat perlu mengeluarkan para perempuan dari sektor privat ke sektor
publik.
Jika kita mengaku sebagai orang yang
perduli dengan ayat-ayat Alah, seharusnya kita wajib mengembalikan
posisi perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai Ummu Madrasatun ‘Ula,
Sang Pendidik Utama di dalam keluarga, jadi bukan menyerahkan
pendidikan anak-anak kita kepada pesawat teve, pembantu, atau guru yang
datang ke rumah kita karena mendapat honor. Kita harus menentang dan
menolak sunnah-Yahudi, walau langkah itu terkesan kurang populer di masa
sekarang. Karena al-haq itu tetaplah al-haq, walau hal itu populer atau tidak.
(bag. 9)
Di dalam bagian sembilan, akan dipaparkan
akhir dari agenda kaum pagan modern ini, dan ikhtisarnya akan menyusul
di bagian ke sepuluh. Insya Allah.
Zionis-Yahudi dengan segala hegemoninya
atas dunia, dan menunggangi Amerika Serikat sebagai kapal induk baginya
merupakan pewaris paganisme dunia purba. Pengikut iblis yang dahulu
dikenal sebagai The Broterhood of Snake, Samiri Cabal (di masa Musa
a.s.), Sanhendrin Cabal (di masa Isa a.s.), Biarawan Sion, Knight
Templar, Freemasonry, Theosofie, dan berbagai nama sekarang ini,
Bilderberger, CFR, Club of Rome, IMF, World Bank, The Federal Reserve,
dan sebagainya, mengejawantah dan menyatukan diri di dalam kelompok
Zionis Dunia.
Akhir dari agenda mereka adalah membentuk Tata Dunia Baru (The New World Order)
di mana mereka menjadi majikan bagi semua Ghoyim yang ada di dunia.
Tujuan akhir mereka ini telah dipahat dalam lambang negara AS dengan
kalimat “Novus Ordo Seclorum”. Dalam menuju akhir agenda ini,
kaum pagan modern melewatinya dalam berbagai tahap dan setiap peristiwa
senantiasa dikaitkan dengan ritual pagan kuno. Mari kita lihat beberapa
peristiwa dunia yang sepertinya tidak memiliki makna apa-apa namun
sesungguhnya bagian dari ritual pagan mereka:
Tahun 2012 merupakan
batas waktu bagi modernisasi seluruh sistem militer AS di Pentagon,
batas waktu bagi pencapaian Codex Alimentarius, batas waktu bagi
pencapaian Agenda 21, batas waktu bagi implementasi Perjanjian Kyoto,
dan batas waktu bagi banyak agenda-agenda internasional. Mengapa harus
2012?
Jika Anda lupa, maka
bukalah kembali kalender purba suku-suku pagan kuno seperti kalender
Aztec, suku Maya, suku Hopi, suku Kaliyuga, Mesir kuno, dan lainnya.
Kepercayaan paganis mereka, yang diimplementasikan dalam sistem
kalendernya berdasarkan perhitungan rasi bintang dan ramalan-ramalan
mistis, meyakini jika tahun 2012 merupakan batas antara Tata Dunia Lama (The Ancient World Order) dengan Tata Dunia Baru (The New World Order)!
Di zaman purba,
suku-suku pagan biasa mengadakan upacara persembahan korban manusia dan
binatang pada dewa-dewi. Dalam budaya pop, film “Apocalypto” besutan
sutradara Hollywood yang anti Yahudi Mel Gibson bisa dijadikan gambaran
tentang upacara mempersembahkan korban manusia. Upacara yang banyak
mengucurkan darah dan menghilangkan nyawa ini diadakan pada momen-momen
tertentu. Dalam dunia sekarang, kaum pagan modern juga melaksanakan
upacara sejenis hanya saja dalam bentuk yang berbeda tapi memiliki
esensi yang sama. Beberapa peristiwa biosa dijadikan contoh:
Pada 20 Maret 2003,
Bush melancarkan pemboman terhadap Bagdad tepat pukul 05.15 waktu
Bagdad. Serangan itu berlangsung secara massif dan berskala besar hingga
keesokan harinya, 21 Maret 2003. Media-media besar dunia menyebutnya
sebagai “Shock and Awe” (serangan mendadak, dalam bahasa Jerman disebut ‘Blitzkrieg’).
Namun tahukah Anda jika tanggal tersebut dalam agama pagan merupakan
perayaan Hari Ostara, awal musim semi yang dimulai dari pergerakan
matahari. Dahulu kala, suku-suku kuno merayakannya dengan menggelar
ritual pemujaan terhadap Gaia—Dewi Bumi (Mother of Earth)—dengan
cara mempersembahkan korban. Sedangkan kaum Druid merayakan hari itu
sebagai Hari Kesuburan dengan menggelar acara makan-makan (Day of Feast).
Bush sengaja mengakhiri
perang pada 1 Mei 2003. Dalam tradisi pagan kuno, tanggal itu dikenal
sebagai Beltane atau Malam Walpurgis. Nama tersebut berasal dari Saint
Walpurga, Dewi Kesuburan Kaum Pagan. Dahulu, setiap tanggal 20 Maret
hingga 1 Mei, kaum pagan menggelar ritual menumpahkan darah bagi bumi
untuk kesuburan.
Presiden Bush jelas
telah mengambil momentum keyakinan pagan kuno tersebut. Memulai perang
yang banyak menumpahkan darah pada 20 Maret dan mengakhirinya pada 1
Mei.
Bagi yang ingin
menelusuri lebih lanjut, tersedia banyak literatur dan data yang
memaparkan kepada kita betapa keputusan-keputusan politik dan ekonomi,
juga militer, yang besar, yang bersifat global, selalu saja dikaitkan
atau bertepatan dengan ritual-ritual mistis kaum pagan. Akan ada banyak
fakta yang akan membuat kita tercengang dan sulit untuk bisa
mempercayainya. Namun itulah yang terjadi. Semua itu hanya akan berarti
bagi manusia yang mau membuka pikirannya terhadap hal-hal yang baru,
yang tidak terkungkung oleh paradigma lama, dan menerima semuanya itu
sebagai suatu wawasan yang akan memperkaya khasanah pengetahuannya.
Hari-hari ini kita tengah berada dalam
pelaksanaan agenda kaum pagan modern. Krisis keuangan yang berawal di
Amerika; pilkada yang tiada habis-habisnya menguras energi, pikiran, dan
waktu bangsa ini; industri pornografi; mahalnya buku hingga orang lebih
suka menonton teve; dunia fesyen yang terus berlari; demokrasi yang
kebablasan sehingga partai politik menjadi lembaga elit yang asing dari
kebutuhan rakyat banyak; dan sebagainya. Jangan sangka, semua ini
terjadi secara kebetulan. Bagi mereka yang mau membuka mata, hati, dan
pikirannya, maka mereka akan memahami jika semua manusia sekarang tengah
digiring menuju Tata Dunia Baru.
Khotimah
Tulisan panjang ini yang terdiri dari
sembilan bagian berusaha memberi wawasan kepada kita tentang wilayah
gelap yang terjadi dibalik semua kejadian keseharian kita. Bagian
kesepuluh ini merupakan ikhtisar dari rangkaian tulisan sebelumnya.
Inlah ikhtisarnya:
Kaum pagan adalah kaum yang menyembah
banyak tuhan (dewa-dewi) atau polytheisme. Dalampuncak-puncak peradaban
kaum pagan terdapat suku Aztec, Maya, Hopi, Kaliyuda, dan yang paling
melegenda adalah Mesir Kuno. Dalam penanggalan kalender mereka, semuanya
percaya jika di tahun 2012 dunia akan meninggalkan tata dunia lama dan
beralih ke tata dunia baru. Menariknya, momentum yang sama ternyata juga
diyakini oleh Konspirasi Yahudi Internasional yang menjadikan tahun
2012 sebagai batas waktu modernisasi Pentagon setelah diubah total paska
11 september 2001, batas waktu bagi pelaksanaan Codex Alimentarius di
mana makanan dijadikan senjata bagi pengurangan populasi dunia (salah
satu buktinya silakan cari pidato Rockefeller tentang Population
Controlling di Youtube) atau baca buku ‘Kendali Korporasi Atas Meja
Makan Kita’ oleh Consumers International (2005), batas waktu bagi
pelaksanaan Agenda 21 yang melibatkan tokoh-tokoh dunia, dan sebagainya.
Apakah dengan demikian ada benang merah
antara suku-suku pagan kuno dengan para tokoh dunia yang merancang tahun
2012 sebagai batas antara Dunia Lama dengan Dunia Baru? Jawabannya
adalah tepat. Suku-suku pagan kuno merupakan suku-suku penyembah Dewa
Matahari yang namanya di berabgai wilayah dunia berbeda-beda. India
menyebutnya Btara Surya, Nippon menyebutnya Amaterasu, Orang Aztec
menyebutnya Virachoca, Mesir Kuno menyebutnya Ra, Romawi menyebutnya
Helios, orang persia menyebutnya Ahumarazda, dan sebagainya. Mereka
terikat oleh satu kepercayaan yang berasal dari sistem kepercayaan kuno
Kabbalah yang berasal dari iblis. Sejarawan J. Robinson mencatat jika
salah satu pewaris ajaran iblis adalah sekte kuno Brotherhood of snake.
Kelompok Persaudaraan Ular.
Selain Matahari, simbol pemujaan ular
juga terdapat dalam suku-suku pagan kuno seperti Mesir, Persia, Maya,
Aztec, Kaliyuga, Hopi, dan sebagainya. Mereka merupakan nenek moyang
dari Konspirasi besar dunai yang kita kenal dengan istilah Zionis
Internaisonal. Zionis-Israel sampai hari ini masih menempelkan peta
Israel raya yang menelan wilayah utara Saudi, timur Mesir, selatan
Turki, barat Irak, seluruh Palestina, Lebanon, dan sebagainya, di mana
peta itu bergambarkan seekor ular besar. Ular merupakan binatang utama
dalam kepercayaan Talmud, kitab suci kaum Zionis.
Apakah warisan paganisme hanya diwarisi
oleh Zionis? Sayangnya, tidak. Lihat tahta Suci Vatikan. Simbol-simbol
pagan memenuhi arsitektur kerajaannya. Bahkan tongkat Paus di atasnya
ada simbol Dewa Matahari. Demikian juga dengan agama-agama lain. Tidak
berlebihan jika dikatakan, agama pagan merupakan agama terbesar di dunia
saat ini. Mengapa? Bisa jadi KTP seseorang itu mencantumkan agama
Islam, Hindu, Kristen, atau Budha. Tapi lihatlah kepercayaan keseharian
mereka ternyata banyak yang masih mewarisi kepercayaan paganisme.
Yang Islam masih saja bersahabat dengan
jin, dengan melakukan ritual-ritual penuh kemusyrikan dan khurafat.
Iklan di teve yang mengatasnamakan primbon dan segala hal sejenisnya
merupakan contoh kecil. Kepercayaan terhadap angka, misal 666, 888, dan
999 juga warisan kaum pagan. Lalu yang Kristen juga demikian, salah
satunya mempercayai 25 Desember sebagai hari kelahiran Isa a.s., padahal
itu tanggal kelahiran Son of God (Namrudz anak Dewa Matahari) dan
beribadah tiap hari Minggu (Sunday = Sun Day, Hari Matahari) padahal
Nabi Isa a.s. melakukan ibadah tiap hari. Hindu-Budha tidak beda juga.
Sehingga merupakan fakta jika agama pagan merupakan agama terbesar di
dunia ini sekarang, walau banyak orang enggan mengakuinya.
Talmud merupakan kitab suci iblis yang
diyakini kaum pagan kuno dan juga mewarnai banyak sisi dalam kehidupan
dunia dewasa ini. Tak usah jauh-jauh untuk mencari contoh. Buka kartu
remi, atau Tarot, hitung jumlahnya, maka akan menemukan angka 13. Atau
pergi ke hotel mewah atau gedung perkantoran tinggi, cari lantai 13,
Anda tidak akan menemukannya. Atau cari kursi nomor 13 di pesawat, juga
tidak ada. Ini hanyalah contoh paling sederhana dari keyakinan paganisme
kita. Contoh yang juga kurang kita sadari adalah menempatkan dunia
(dunia Materi) di atas akherat (dunia Immateri) atau dengan kata
Quranik: Cinta dunia melebihi akherat.
Banyakkah dari kita yang bersikap atau
berpikiran demikian? Jujur sajalah, banyak sekali. Ini merupakan
keberhasilan kaum pagan mewarnai pola pikir manusia. Kaum pagan modern
ini memiliki satu cita-cita: menciptakan Tata Dunia Baru (The New World
Order) dimana kaum Yahudi menjadi tuan besar atas umat manusia
non-Yahudi (Ghoyim) lainnya. Percaya atau tidak, saat ini di sekeliling
kita tengah terjadi pelaksanaan dari tahap demi tahap pencapaian agenda
kaum pagan modern tersebut. Mungkin hari-hari kita selalu dipenuhi
dengan duduk di depan pesawat teve, asyik bersenda-gurau di café atau
restoran atau di mall, asyik chatting atau main game di
depan monitor komputer, asyik menghadiri majelis pemenangan pemilu atau
pilkada, asyik mengantre di depan loket bioskop, dan sebagainya. Semua
ini memang dibuat untuk menyibukkan dan menguras energi anak cucu Adam
agar lengah dari apa yang sesungguhnya tengah terjadi di sekeliling
mereka. Pelan tapi pasti, agenda kaum pagan modern alias Zionis
Internasional terus berjalan. Dan saat kita menyadarinya, kita terpana:
terlambat… Sesal memang selalu belakangan.
Sumber: Eramuslim.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar