Setelah Irshad Manji yang ditolak dan dibubarkan panggungnya, saat
menjadi narasumber dalam diskusi buku “Allah, Liberty and Love” di tiga
kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Solo dan Yogjakarta. Kali ini
giliran penyanyi asal Amerika Lady Gaga bakal mengalami nasib yang sama.
Batal!
Bersamaan dengan dibukanya loket penjualan tiket pre-sale yang dijual
di FX lifestyle X’enter, Jakarta, Sabtu (10/3) lalu, konser bertajuk” “The Born This Way Ball Tour Concerts” tersebut mendapat kecaman dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Seni dan Budaya, KH. Cholil Ridwan.
Sejak awal, KH Cholil Ridwan mengecam keras konser Lady Gaga di
Indonesia yang tak lama lagi bakal digelar di Stadion Utama, Gelora Bung
Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal 3 Juni nanti. Artis pemuja setan
dan bintang foto bugil tersebut disinyalir akan merusak moral umat Islam
khususnya generasi muda. Karena itu, MUI menyerukan kepada umat
muslim
yang sudah membeli tiket Lady Gaga agar dikembalikan karena membelinya
adalah haram.
KH. Cholil menegaskan, tontonan itu bisa merusak moral bangsa. Tak
terbayangkan, dosa yang akan dipikul para panitia penyelenggara. Menurut
Kyai Kholil, panitia yang mengundang Lady Gaga ke Indonesia berada pada
dosa yang paling besar. “Karena gara-gara dia orang jadi nonton,”
tuturnya.
Dalam menyikapi isu ini, umat Islam diminta untuk menolak dan
mengadakan aksi penolakan atas kehadiran Ratu Illuminati tersebut ke
Indonesia. Indonesia sebagai negara mayoritas Islam tidak boleh dirusak
dengan ajaran kemusyrikan yang kerap dilakukan Lady Gaga.“Umat Islam
harus kompak menolak. Maka tidak ada jalan lain umat Islam harus
melakukan protes, somasi, atau demonstrasi. Tapi jangan anarkis,”
pesannya.
Sebagai negara mayoritas Islam, Indonesia memang menjadi sasaran
empuk invasi budaya Barat. Saat ini, umat Islam sedang dihancurkan oleh
Barat melalui fisik, opini, dan budaya. Karenanya, tak heran untuk
memuluskan programnya tersebut, maka musuh-musuh Allah mulai menyuplai
artis-artis mancanegara yang biasa menampilkan unsur-unsur haram seperti
Lady Gaga. “Hal itu agar umat Islam bisa menerima suatu budaya yang
diharamkan. Bahkan menjadi sesuatu yang menyenangkan,” tambahnya.
Jika kondisi ini dibiarkan, lanjut Kyai Kholil, akan sangat berbahaya
bagi umat Islam. Satu demi satu elemen dari agama Islam berusaha
dipreteli hingga akar-akarnya. Namun karena akar Islam susah dipreteli,
maka Islam akan dipreteli pada bagian-bagian lainnya seperti budaya.
Dalam Al Qur’an, Islam ibarat sebuah pohon: ada akar, batang, dan
daun. Karena akarnya susah dicabut, yang diracuni adalah daunnya
terlebih dahulu. Ketika daun itu mati, maka akan menjalar ke batang,
pohon, dan juga akar pohon itu sendiri. “Nah, daun itu budaya. Jika
budaya Islam sudah disemprot dengan racun budaya Barat itu dan mati,
maka akidah Islam juga akan tercerabut,” tandas KH. Cholil.
Sikap MUI dan MIUMI
Senada dengan KH. Cholil, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ma'ruf
Amin juga mengecam keras rencana didatangkannya penyanyi asal AS untuk
menggelar konsernya di Indonesia. “Indonesia sebenarnya bisa menolak
penampilan Gaga di Jakarta,” ujar Kyai.
KH. Ma’ruf juga mengingatkan kepada pihak promotor agar memberikan
jaminan jika aksi panggung penyanyi kelahiran 28 Maret 1986 itu tidak
menampilkan aksi pornografi. ''Kami berharap agar penampilan Lady Gaga
sebaiknya menyesuaikan dengan kondisi di sini,'' ujar Ma'ruf .
Jika dalam aksi panggung Gaga tetap menampilkan aksi porno maupun
pemujaan terhadap setan, kata Ma'ruf, maka tak ada alasan untuk tak
menolaknya. Namun pernyataan MUI tentu tidak setegas seperti Malaysia
yang telah menolak kehadiran Gaga. ''Kita semua seharusnya memang bisa
menolaknya,'' kata Ma'ruf.
Sependapat dengan MUI, Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia
(MIUMI) menyerukan agar konser bintang panas Lady Gaga dibatalkan sebab
tidak sesuai dengan nilai Islam dan kultur relijius masyarakat
Indonesia. “MIUMI menghimbau konser itu dibatalkan karena bertentangan
dengan moralitas Islam yang universal dan relijiusitas bangsa Indonesia
yang luhur," kata Wasekjen MIUMI Ustadaz Fami Salim
Sumber: http://www.voa-islam.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar